Mengenal Musik Keroncong yang Lahir dari Budaya Barat dan Timur

 Mengenal Musik Keroncong yang Lahir dari Budaya Barat dan Timur

Keroncong dari Kampung Tugu(Tropenmuseum)

Musik Keroncong cukup dikenal dan digemari di Indonesia khususnya awal abad ke-20. Keroncong sendiri adalah genre musik yang terlahir dari dua budaya yakni budaya Barat serta Timur.

Pada waktu itu belum ada metode perekaman atau industri rekaman namun musik keconcong mampu memikat hati masyarakat Indonesia dan hingga popular melalui berbagai pentas yang diselenggarakan.

Baca Juga:  Nursery Rhymes Siap Rilis Single Perdana

Dilansir dari laman Kompas, Jumat, 26 Februari 2021. Musik Keroncong saat itu justru lebih dikenal sebagai tradisi musik rakyat dari Kampung Tugu.

Pentas musik keroncong kala itu pun sangat menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan untuk membeli tiket dan menonton pertunjukannya.

Awal penemuannya, musik keroncong menjadi primadona masyarakat peranakan Indo-Eropa kelas bawah. Pun music ini telah disesuaikan dengan lokasi penemuannya, yakni di Kampung Tugu.

Musik yang dibawakan dengan gitar besar, gitar kecil, seruling, piul, dan rebana ini pun berhasil memikat hati mereka.

Baca Juga:  Tips Memilih Musik untuk Menemani Aktifitas

Dari Mestizos ke Betawi Konon katanya musik keroncong pertama kali dibawa oleh orang Mestizos ke Tanah Betawi, pada 1661. Siapakah orang Mestizos? Mestizos merupakan orang yang memiliki keturunan pelaut Portugis yang akhirnya menikah dengan penduduk lokal dan menjadi koloni.

Orang Mestizos kala itu membuat tradisi musik khas yang membuat mereka bernostalgia tentang keseharian, kesulitan serta kebahagiaan mereka. Kreativitas warga Kampung Tugu saat membuat tradisi musik khas, akhirnya menciptakan tiga jenis gitar yang diberi nama Jitera, Prunga serta Macina.

Baca Juga:  Rilis Single Tusing Jodoh Tiang, Tri Puspa Bantah Berdasar Kisah Nyata

Jitera adalah sebutan untuk gitar yang besar, Prunga sebutan untuk gitar yang sedang serta Macina sebutan untuk gitar yang kecil. Ketika memainkan ketiga gitar tersebut akan muncul suara ‘krong-krong’ serta ‘crong-crong’. Bunyi gitar inilah yang menjadi awal mula penamaan musik keroncong.

Tradisi musik khas dan penciptaan tiga alat musik ini memunculkan pertunjukan ansambel yang menjadi cikal bakal lahirnya musik keroncong, yang saat itu dinamai Krontjong Toegoe. Mengutip dari situs Dewan Kesenian Jakarta, musik keroncong mulai disebarkan pada abad ke-20, dari Batavia hingga ke Soerabaja atau Surabaya.

Baca Juga:  Perjalanan Karir Musik Reza Artamevia

Musik keroncong saat itu digunakan sebagai lagu pengiring dalam pentas teater komedi yang membawakan kisah dari Timur Tengah. Hingga saat ini, musik keroncong tetap menjadi primadona masyarakat Indonesia dan masih terus diminati. (Redaksi/DHI/net)