Di tengah minimnya penyanyi cilik yang membawakan gending rare, adalah Putu Mas Defika Praba Laksmi atau yang akrab disapa Tu Mas Defika yang justru bersemangat untuk menyanyikannya.

Baca Juga:  Kanton Bagaskara Bius Penonton di Bali

Mulai dari Janggot Uban, Cening Putri Ayu, Sekar Emas, Dewi Ayu hingga Ratu Anom semua dinyanyikan penuh dengan penghayatan dan khas anak-anak.

Penuturan Kadek Dwi Agustina sebagai orang tua Tu Mas Defika, kegemarannya menyanyi itu muncul ketika masih berusia 2 tahun. Ia sebagai orang tua hanya menuntun dan tidak pernah memaksakan kehendak.

Baca Juga:  Gus Teja 'Murka' Lagunya Dicuri

“Setelah fasih berbicara –Persisnya saat Tu Mas Defika berusia 3,5 tahun– baru saya mulai mengarahkannya, tapi tetap saya tidak pernah memaksa anak saya untuk melakukan ini itu apalagi sampai mengikuti kehendak saya,” katanya kepada INIMUSIK.COM saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Kamis, 20 Mei 2021.

Sedangkan untuk pemilihan materi gending rare memang dia sendiri yang memilih, selain sebagai bentuk pelestarian, secara tidak langsung ia memberikan petuah kepada anaknya melalui lagu.

Baca Juga:  Hotel Death Star Rilis Debut You’re not Jesus!

“Banyak petuah, misalnya lagu Putri Cening Ayu yang menceritakan seorang ibu yang ingin pergi ke pasar dan meminta anaknya untuk menunggu di rumah sampai ibunya pulang. Ada Makna lain yang terkandung dari lagu ini adalah seorang anak yang harus patuh terhadap perintah orang tua,” tuturnya sambil mengatakan jika anaknya itu suka berdandan terlebih pakaian adat Bali.

Selain itu, suami dari Luh Sri Widhiadnyani ini juga mengatakan bahwa gending rare sekar alit sangat jarang yang cover dikalangan anak-anak, justru lebih banyak orang dewasa. Darisana pula ia berfikir jika gending rare adalah pilihan yang pas dan sesuai dengan usia anaknya.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Usulkan Musik Dangdut sebagai Warisan Dunia UNESCO

Lagi pula, awalnya tidak terbesit keinginan untuk merekam apalagi membuatkan video, lanjut pria yang akrab disapa Jigo ini, justru Tumas Defika lah yang awalnya meminta untuk melakukan rekaman. “Saya sendiri kaget dan bingung sebab saya tidak mendengar suara fals yang timbul dari rekaman itu,” sambungnya.

Lagu pertama yang direkam berjudul Ratu Anom dan dipublikasikan ke media sosial. Respon positif pun terus mengalir bahkan sempat viral. Terkait proses rekaman dan pemilihan lagu, Jigo biasanya akan menanyakan ke anaknya kemudian dikasi pilihan beberapa lagu dan selebihnya membiarkan sang anak untuk ekplorasi sendiri.

Baca Juga:  Tantangan Musisi di Tengah Wabah Covid-19, Ini Kata Pengamat Musik

“Ketika dia sudah merasa hafal nanti dia sendiri yang akan ngasi tahu duluan, ayo pak rekaman lagu yang ini dan begitu selanjutnya,” sambung personel Leeyonk Sinatra ini.

Seperti kebanyakan anak seumurannya, Jigo mengatakan paling maksimal melakukan take hingga 2 kali saja terkadang moodnya sudah tidak bisa di ganggu lagi.

Baca Juga:  Ope Siapkan Karya Baru, Bagian dari Project Film Pendek?

“Ya cara mengatasinya kita lanjutkan saat mood dia sudah kembali normal atau paling tidak rekam esoknya lagi hingga mendapatkan hasil yang terbaitk tanpa melakukan edit dibagian pitch controlnya ,” pungkasnya. (Redaksi/DHI/IMC)

Previous articleDadong Belur, Single Terbaru D’Tandung Project feat De Alot
Next articleLateng, Single ke-2 Wira Capiyot