Gung Mas Pemayun /inimusik

Setelah mengeluarkan album dan juga beberapa single berbahasa Bali, Gung Mas Pemayun akhirnya mencoba peruntungan dikancah musik nasional dengan melepas single perdana berbahasa Indonesia bertajuk Sore Ini. Sabtu, 10 Juli 2021.

Baca Juga:  Ketika Ragu dan Nyaman jadi Satu, Ini Kata Asri Saputri

Moment yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-14 itu pun dirayakan cukup meriah. Penuturan Dw.A.Widiantari ibunda Gung Mas Pemayun yang saat itu mendampingi, bahwa lagu itu adalah hadiah ulang tahun untuk anak pertamanya itu.

“Ini kado terbaik yang saya berikan untuk Gung Mas, supaya ke depannya ada dokumentasi,” tuturnya di hadapan awak media dalam sesi jumpa perss. Di  Jambe Boga Asri – Batubulan, Sabtu, 10 Juli 2021.

Baca Juga:  Lebri Partami Akhirnya Mengaku "Nyaman" di Lagu Terbarunya

Lebih lanjut dijelaskan, selain sebagai kado ulang tahun bahwa lagu ini sekaligus menjadi jawaban dari permintaan teman-temannya yang banyak memberikan apresiasi terhadap karya Gung Mas namun karena memakai bahasa Bali shingga tidak banyak yang mengerti liriknya.

“Karyamu bagus tapi kami tidak mengerti liriknya karena memakai bahasa Bali,” ucap istri dari Dw.Agung Bagus Eka Pemayun ini.

Disamping itu, lagu yang diciptakan oleh Andy Duarsa ini sekaligus menjadi “eksperimen” untuk melihat respon pasar. “Jika respon sama atau bahkan lebih baik dari berbahasa Bali, bukan tidak mungkin jika ke depan akan lanjut rilis lagu berbahasa Indonesia,” sahut Gung Mas Pemayun yang diiakan oleh sang ibunda.

Baca Juga:  Matanai Suarakan Persatuan di Album "Saling Gisi"

Lagu yang sudah dilengkapi dengan video klip itu mengambil konsep selayaknya anak baru gede (ABG) yang sedang kasmaran terhadap lawan jenisnya, namun di lagu ini sang pencipta lagu mengambil dari sudut pandang perempuan.

Terkait tingkat kesulitan, Gung Mas Pemayun mnegaskan jika lagu berbahasa Indonesia jauh lebih sulit ketimbang lagu berbahasa Bali. Menurut Gung Mas Pemayun, cengkok Bali adalah hal yang paling sulit untuk dihilangkan sehingga ia harus rela mengulang beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “Lagu ini kurang lebih memakan waktu lima jama untuk take vocal,” tuturnya.

Namun dengan tegas Gung Mas Pemayun mengatakan jika dirinya tidak akan meninggalkan lagu berbaha Bali. Ia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan kembali melepas lagu berbahasa Bali.

“Kalau dikatakan meninggalkan lagu berbahasa Bali ya tidak, tapi kalau keinginan untuk go nasional saya katakan ia,” sahut penyanyi bernama lengkap Dw.A.A.Istri Mas Widia Pradnyasuari Pemayun ini.

Baca Juga:  Sabda Pangestu Rilis Single Perdana “Nerima”

Sebagai tambahan beberapa karya yang sudah sempat dirilis oleh Gung Mas Pemayun adalah Juara 1,Meong Tampu, Menghafal Abjad duet Gung Mirah, Ngrastitiang Bali, Mebakti, Hemat Energi yang semuanya release 20 Mei 2018 kemudian Bakti Ring Guru release pada 10 November 2019.

Setelah itu Gung Mas Pemayun bergabung dalam album kompilasi APBD 2019, pada tahun yang sama, 30 November 2019 ia kembali melepas single Catur Guru yang sekaligus menjadi bagian dari album Bali Kumara 7.

Tidak sampai di sana, Karma, Paswecan Widhi duet dengan dek ulik, Kanda Pat, Menghafal Abjad dirilis kembali versi trio G.M setelah itu Panca yadnya, Batubulan duet dengan Gung Mirah, Sang Dewi release album karma 28 November 2020, Ibu release 22 Desember 2020, Timpal Biasa 14 Februari 2021, dan yang terbaru Sore Ini 10 Juli 2021. (Redaksi/DHI/IMC)

 

Previous articleDaftar Permintaan Musisi Wanita di Dunia
Next articleBuka Bisnis Home Recording, Sandi Lazuardi Tekankan Edukasi