Dipercaya Disney, Via Vallen Jadi Penyanyi Dangdut Pertama Mengisi Soundtrack Film

 Dipercaya Disney, Via Vallen Jadi Penyanyi Dangdut Pertama Mengisi Soundtrack Film

Via Vallen/ Disney Indonesia/ inimusik

Original soundtrack film Raya and the Last Dragon akan diisi oleh Via Vallen. Berjudul Kita Bisa, merupakan adaptasi dari versi aslinya Lead The Way yang dinyanyikan oleh Jhené Aiko.

Mengutip dari Liputan6 Selasa, 2 Maret 2021. Tawaran itu datang sejak akhir tahun 2020 lalu, dirinya pun mengaku tidak percaya.

Baca Juga:  Festival Tepi Sawah, Zero Plastic Hormati Ibu Pertiwi

“Aku speechless! Desember 2020 pihak Disney Indonesia ngehubungin management ku, untuk melakukan sebuah kolaborasi. Nah saat akunya dikasih tahu, ‘Masa sih Disney mau kolaborasi?’,” kata Via Vallen.

Tentu saja Via Vallen tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Tawaran itu ia terima tanpa berpikir panjang.

Baca Juga:  Leeyonk Sinatra Gagal Rilis Album, Ini Klarifikasi Bolo

“Karena ini salah satu keinginan aku untuk berkolaborasi dengan Disney untuk nyanyikan salah satu soundtrack,” ujarnya.

Yang membanggakannya lagi, Via vallen menjadi penyanyi dangdut pertama yang dipercaya oleh Disney Indonesia untuk mengisi soundtrack. Ini merupakan pembuktian bahwa penyanyi dangdut dapat setara dengan penyanyi genre lainnya.

Baca Juga:  D'Go Vaspa Putuskan Berhenti Berkarya! Ini Alasannya

“Sebelumnya ada perbedaan antara penyanyi dangdut dan pop. Tapi dengan adanya saya dilibatin untuk kolaborasi di soundtrack RAYA AND THE LAST DRAGON, membuktikan bahwa penyanyi dangdut dan penyanyi pop itu sama di sini,” tandasnya.

Sinopsis

Raya and The Last Dragon sendiri berkisah tentang Raya, yang disuarakan oleh Kelly Marie Tran, seorang ksatria yang bertekad untuk mencari naga terakhir yang hidup. Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan Kumandra, tanah kelahirannya yang terpecah belah dan berada di bawah ancaman malapetaka Druun.

Baca Juga:  Mengenal Musik Keroncong yang Lahir dari Budaya Barat dan Timur

Ia akhirnya bertemu dengan Sisu sang naga (disuarakan Awkwafina), yang ternyata agak berbeda dari penggambarannya selama ini. (Redaksi/Dhi/net)