Cerita 24 Jam dari Nyonya Ayu

 Cerita 24 Jam dari Nyonya Ayu

Nyonya Ayu/ inimusik

Nyonya Ayu seniman asal Denpasar ini akhirnya merilis single anyar bertajuk Cerita 2 Jam. Single itu pun menjadi proyek individu dari Ayu Febra Nurmayani yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi pop, jazz dan pemusikalisasi puisi.

Baca Juga:  JuTa Rilis Single Fried Plastic Bag Effect, Jembatan Album?

Dalam Cerita 24 Jam penyanyi yang biasa dipanggil Eba mencoba musik bernuansa vintage yang jarang digali oleh musisi solo di Bali.

Hal ini pula menjadi tantangan yang besar baginya untuk merebranding ulang dirinya di kancah dunia tarik suara di Bali.

“Rebranding diri lagi! Dan ini tantangan yang berat sih emang, tapi harus dicoba” kata Eba saat ditemui di sebuah kedai kopi di Denpasar.  Minggu, 30 Januari 2021

Baca Juga:  Lolos ke Babak "Battle", Gus Agung Ingin Buat Lagu Sendiri

Single yang diciptakan oleh Sinjang Poer  ini berusaha untuk menangkap momen-momen yang dekat dalam laku sehari-hari kemudian membentangkannya dalam metafor-metafor sederhana namun tetap indah sebagai imaji bagi pendengarnya.

Hal ini pun diakui oleh penyanyi kelahiran Denpasar, 22 Februari 1989  bahwa Cerita 24 Jam merupakan refleksi manusia dalam memaknai waktu yang tak pernah berhenti.

“Cerita 24 Jam tentang keseharian, hal-hal kecil yang terlewat, liriknya pun tidak susah dengan makna yang berkulit-kulit. Jadi waktu dengar pasti langsung paham,” ujar Nyonya Ayu yang mulai menyanyi sejak tahun 2004 ini.

Baca Juga:  Noego Berikan Nilai Plus untuk Cerita yang Hilang

Keputusan menggunakan nama baru Nyonya Ayu juga menjadi penting di tahun 2020, bagi Eba selayaknya hidup ada jenjang yang harus ditempuh dan dinikmati.

Jenjang muda yang senang-senang sudah dilalui Eba lewat suara emasnya bernyanyi di berbagai tempat, baik acara formal maupun non formal.  Sekarang beranjak dewasa Eba ingin lebih matang menjejakkan kaki di dunia musik khususnya di Bali.

“Karya-karya sebagai Nyonya Ayu aku rasa lebih matang baik dari proses, materi serta aku sebagai penyanyi. Di Denpasar aliran vintage memang banyak tapi sebagai fashion style mungkin lagu-laguku nanti sebagai pelengkapnya.

Baca Juga:  Anggid Devaki Tak Mau Terdiam

Nuansa vintage selalu mengajak kita membuka dan mengingat memori, aku merasa vintage itu everlasting dan unik” sambung Eba yang menyukai lagu-lagu Payung Teduh dan Kunto Aji ini.

Nyonya Ayu berharap selain lagu-lagunya didengar banyak orang, lagu-lagu itu bisa mencapai tujuan yang ia sematkan sedari awal pembuatan yakni ke dunia soundtrack film, arah muara seluruh lagunya yang nanti terkmaktub dalam album Genetik tahun 2020.

Seperti potongan lirik Cerita 24 Jam  yang selalu ada ruang tuju dan harapan pada setiap anak rohaninya. Dhani Caniago selaku manager dari Nyonya Ayu menambahakan jika single itu dirilis secara digital pada tahun 2020. (Redaksi/DHI)